5 Bahaya Pemakaian Krim Pemutih Wajah dalam Jangka Panjang

    0
    33

    Siapa sih yang tidak ingin wajah putih bening dan glowing. Mulai dari remaja hingga orang tua pasti mengidamkan hal ini.

    Tidak sedikit yang menggunakan cara cepat yang terkadang membahayakan demi memutihkan wajah dan mempercantik kulit mereka.

    Hingga saat ini, masih banyak pemutih wajah yang berbahaya yang dibuat dengan cara tidak bertanggungjawab dan mengandung bahan bahan yang dapat menyebabkan komplikasi yang berbahaya bagi kulit kita, terutama wajah kita.

    kandungan berbahaya yang sering ditemukan seperti merkuri, hidrokuinon, dan steroid.

    Riset telah membuktikan bahwa apabila bahan- bahan ini digunakan dalam jangka panjang, dapat dampak buruk bagi kulit dan kesehatan fisik.

    Advertisement by google

    Apa saja dampaknya? Berikut ini lima dampak pemakaian krim pemutih kulit dalam jangka panjang dilansir dari berbagai sumber.

    Hiperpigmentasi

    Krim pemutih yang digunakan rutin dalam waktu yang lama dapat membuat kulit menjadi kusam, menghitam dan membuat flek hitam bermunculan.

    Krim pemutih pada awal pemakaian akan menunjukkan efek yang diharapkan, hal ini lain cerita ketika digunakan intensif dalam jangka waktu panjang.

    Advertisement by google

    Kondisi tersebut disebut hiperpegmentasi. Selain itu, kulit menjadi iritasi dan timbul komedo sebagai akibat kulit yang stres.

    Penyebabnya, tentu saja karena krim pemutih tertentu yang menyebabkan hal ini dapat mengandung bahan bahan seperti hidrokuinon dalam batas yang tidak wajar .

    Ada alasan yang jelas untuk kesehatan bahwa penggunaakn hidroquinon hanya boleh digunakan dalam dosis dua persen dan sesuai aturan dokter serta tidak lebih dari enam bulan.

    Okronosis

    Selain hiperpegmentasi, orang orang yang menggunakan krim pemutih wajah yang mengandung hidrokuinon yang tinggi dan lama, dapat menimbulkan okronosis.

    Kondisi ini ditandai dengan penebalan kulit wajah dan adanya flek biru yang timbul.

    Peristiwa tersebut disebabkan oleh pigmen mengendap di bawah kulit sehingga sulit dikeluarkan. Kondisi ini lebih parah daripada flek wajah melasma (karena proses penuaan).

    Hipertrikosis

    Selain hidroquinon yang berlebih, kandungan krim pemutih yang harus anda hindari gunakan dalam dosis tinggi dan jangka lama adalah steroid.

    Hipertrikosis adalah kondisi yang mungkin akan terjadi ketika seseorang menggunakan krim pemutih mengandung steroid dalam jangka lama.

    Advertisement by google

    Hipertrikosis adalah munculnya rambut-rambut halus atau bulu di wajah. Rambut halus yang awalnya tipis tampak semakin jelas dan lebat.

    Misalnya, bulu di atas bibir tampak jelas menyerupai kumis atau batas rambut di dahi makin jelas dan turun.

    Efek samping itu biasanya disebabkan pemakaian krim pemutih berbahan steroid dalam dosis tinggi serta dalam jangka panjang.

    Pemakaian krim pemutih mengandung steroid juga dapat membuat pembuluh darah kapiler terlihat di permukaan kulit akibat menipisnya lapisan kulit serta memperlambat penyembuhan luka.

    Kerusakan Ginjal

    Nah yang satu ini mutlak harus anda hindari. Krim pemutih yang mengandung merkuri.

    Penggunaan kosmetik seperti krim pemutih wajah yang mengandung merkuri dapat menyebabkan kerusakan ginjal dan kerusakan lainnya.

    Tak hanya kerusakan kulit, pemakaian krim pemutih dalam jangka panjang juga berdampak pada kesehatan organ tubuh, salah satunya mengganggu fungsi ginjal.

    Krim pemutih mengandung merkuri yang digunakan dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan fungsi ginjal serta sistem saraf.

    Advertisement by google

    Selain itu, dapat menyebabkan kelainan fungsi otak pada janin bila digunakan ibu hamil.

    Kanker Kulit

    Dampak paling buruk yang ditimbulkan dari penggunaan krim pemutih berbahan bahaya adalah kanker kulit.

    Dampak kesehatan terburuk adalah kanker kulit. Saat kulit sudah tidak mampu mengelola dan menyehatkan dirinya sendiri akibat kerusakan yang ditimbulkan krim pemutih mengandung merkuri, kanker kulit lebih rentan terjadi.

    Terlebih jika kulit terlalu lama mengalami masalah seperti luka dan infeksi.

    Kanker kulit awalnya dimulai dari bentolan yang mirip dengan jerawat atau keloid. Semua dampak buruk di atas baru terlihat dua hingga 10 tahun setelah penggunaan krim.

    Advertisement by google